Monday, September 23, 2024

Karakter yang Diharamkan dari Api Neraka


 

KHUTBAH JUMAT PERTAMA: KARAKTER YANG DIHARAMKAN DARI API NERAKA

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang siapa orang yang diharamkan dari api neraka, tentunya orang yang wafat di atas Laa ilaaha illallah dan mentauhidkanNya. Namun, ada sifat lain yang Rasulullah sebutkan sebagai ciri orang yang diharamkan dari api neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada para sahabatnya, “Maukah aku beritahu kalian siapa orang yang diharamkan dari api neraka?” Rasulullah menjawab,

حُرِّمَ عَلَى النَّارِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيبٍ مِنَ النَّاسِ

“Diharamkan dari api neraka atas setiap orang yang hayyinlayyinsahlinqaribin minannaas.” (HR. Ahmad)

Hayyin artinya seseorang yang tawadu dan tidak sombong, tidak merasa tinggi hati. Dia selalu menjaga diri agar tidak menjadi orang yang ketika bertemu dengan manusia, membuat orang lain merasa tidak suka kepadanya karena akhlaknya yang buruk.

Layyin artinya seseorang yang berlemah lembut kepada manusia. Sifat lembut ini adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Aisyah:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ

“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau juga bersabda:

إنَّ الرِّفْقَ لا يَكونُ في شَيءٍ إلَّا زانَهُ، ولا يُنْزَعُ مِن شَيءٍ إلَّا شانَهُ.

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu kecuali itu akan mencorengnya” (HR. Muslim).

Sahlin artinya mudah, mudah dalam bermuamalah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mudah ketika ia menjual, mudah ketika ia membeli, dan mudah ketika ia menagih utang” (HR. Bukhari).

Mudah ketika membeli, menurut para ulama, berarti seseorang tidak menawar dengan harga yang membuat penjual merasa sesak. Bahkan, sebagian ulama Salaf terdahulu tidak mau menawar. Mudah dalam menjual artinya tidak mengambil keuntungan yang mencekik para pembeli. Mudah dalam menagih utang berarti tidak menyusahkan ketika tahu bahwa orang yang berutang itu kesulitan hidup. Bahkan, ia berusaha untuk mengurangi atau memerdekakan dari utangnya. Ini merupakan sifat yang sempurna bagi seorang hamba.

Kemudian yang keempat, qaribin minannaas (dekat kepada manusia). Ia dekat dengan manusia karena akhlaknya yang baik, kelembutannya, dan kemudahan dalam bermuamalah. Sebaliknya, orang yang dijauhi oleh manusia karena sifatnya yang kasar atau ucapannya yang kotor dan menyakitkan termasuk orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ

“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah nanti pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut keburukannya” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, ketika seorang hamba diberikan oleh Allah akhlak yang mulia, ia senantiasa dekat dengan manusia dengan senyumnya. Saat bertemu, wajahnya berseri-seri, dan itu merupakan sedekah untuk dirinya. Ini adalah kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Tersenyum di wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi).

Lihat juga: Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, walaupun hanya dengan bertemu saudaramu dalam keadaan wajah berseri-seri” (HR. Muslim).

KHUTBAH JUMAT KEDUA: KARAKTER YANG DIHARAMKAN DARI API NERAKA

Inilah empat sifat yang apabila ada dalam diri seseorang, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menjamin bahwa ia diharamkan dari api neraka, tentunya setelah dia mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan akhlak yang mulia.

Akhlak adalah perkara yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganggap bahwa mukmin yang paling utama di sisi Allah adalah yang paling baik akhlaknya. Beliau bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Mukmin yang paling utama imannya adalah yang paling bagus akhlaknya” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sumber : https://www.radiorodja.com/54413-khutbah-jumat-karakter-yang-diharamkan-dari-api-neraka/

No comments:

Post a Comment