Ketika Iblis dikutuk oleh Allah dan dicap sebagai penghuni abadi nereka dikarenakan pembangkangannya tidak mau sujud kepada Adam maka ia pun bersumpah dihadapan Allah untuk menyesatkan Adam dan anak keturunannya.
Iblis tahu bahwa dosa yang bisa membuat anak Adam celaka seperti dirinya kekal dalam neraka adalah kesyirikan. Oleh karena itulah ia akan berusaha mengiring manusia ke jurang dosa syirik dengan makar yang sangat samar sedikit demi sedikit hingga manusia jatuh ke dalamnya tanpa sadar.
Ketika menafsirkan firman Allah :
كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
Seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada seorang manusia : “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”. (QS. Al-Hasyr 16).
Para ulama tafsir menyebutkan tentang kisah seorang ahli ibadah yang dipanggil Barshisha yang disesatkan oleh Iblis setahap demi setahap hingga akhirnya ia jatuh pada kesyirikan. Pada kisahnya terdapat pelajaran yang sangat banyak bagi setiap orang yang mau merenungkan.
Mau tahu kisah lengkapnya ? Dengarkan disini : (Kajian no 21)
https://maribaraja.com/rekaman-kajian-zoom/
Silahkan dishare untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan. Jazakumullahu khairan.
Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh : Ustadz Zahir Al-Minangkabawi.
No comments:
Post a Comment